ASKEP LEUKIMIA PADA ANAK PDF

Abstrak: Leukemia Limfositik Akut (LLA) sering terjadi pada anak-anak usia di bawah 14 tahun, ditandai dengan berkembangnya sel darah putih yang tidak. Asuhan Keperawatan Anak LeukimiaBy admin on January 28th, I. PENGERTIAN Leukemia merupakan penyakit maligna proliferati. D. anak tidak mengalami mual dan muntah. Membran mukosa tetap utuh. ( hal ) hasil yang diharapkan pada klien dengan leukemia adalah: a.L.

Author: Gardashicage Maukazahn
Country: Albania
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 24 August 2016
Pages: 257
PDF File Size: 6.26 Mb
ePub File Size: 14.34 Mb
ISBN: 316-2-61023-473-5
Downloads: 57158
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Arashim

Published on Nov View padx Download 5. Latar Belakang Kanker adalah sejanis penyakit pertumbuhan yang berlebihan dari sel jaringan tubuh yang normal menjadi abnormal dan bersifat ganas. Kanker sendiri bisa menyerang siapapun tidak mengenal umur termasuk anak-anak. Sampai saat ini belum bisa di ketahui secara pasti Pada anak-anak ada beberapa anker yang menjadi mook menakutkanbagi orang tua di antaranya Leukimia, tumor otakretinoblastoma retina mata kelenjar getah beningdari sekian banyak jenis kanker yang sering menyerang anak-anak ternyata Leukimia lah yang enjadi presentasi tertinggi, namun di Indonesia penanganan kanker ini masih sangat lambat.

Asskep adalah kanker darah dimana darah putih diproduksi melebihi yang di butuhkan oleh tubuh, leuoimia penyakit lainya Leukimia jarang menimbulkan gejala tertentu pada umumnya badan tabah kurus dan cenderung kurang darah HB turun sekalipun di beri vitamin darah tidak padx normal. Sangat sulit mengetahui dan mencegah penyakit Leukimia ini. Perlu kita ketahui panyakit Leukimia ini bisa di sembuhkan apabila kita mengetahui penyakit in pada stadium awal, Maka dari itu kami mengangkat tema makalah dalam kondisi tertentu yaitu mengenai panyakit LEUKIMIA agar kami memahami bagaimana pemberian asuhan keperawatan bagi pasien penderita Leukimia.

Tujuan Penulisan Agar dapat mengetahui tentang penyakit Leukimia lebih dalam lagi. Agar kami dapat snak tindakan asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien yang mengidap penyakit leukimia. Mengidentifikasi hambatan atau masalah yang timbul saat pemberian asuhan keperawatan bagi pasien yang mengidap penyakit Leukimia.

Agar kami mendapatkan gambaran umum tentang penyakit Leukimia itu sendiri. Untuk mengetahui penyebab, gejala dan cara pengobatan Leukimia.

Pengertian LeukemiaLeukima adalah kanker dari salah satu sel darah putih di sumsum tulang belakang yang menyebabkan proliferasi salah satu jenis kanker Leukimia sel darah putih yang menyingkirkan jenis sel darah lainnya. Leukimia tampak penyakit klonal yang berarti satu sel kanker yang abnormal berproliferasi tampa terkendali, menghasilkan sek anak yang abnormal sel-sel ini menghambat semua sel-sel darah yang lain di sumsum tulang belakang untuk berkembang secara normal, sehingga meraka tertimbun di sumsum ulang belakang, karena faktor ini Leukimia disebut gangguan akumulasi sekaligus gangguan klonal.

Penyebab LeukimiaPenyebeb dari kanker ini belum di tau secara namun terdapat faktor predeposisi penyebab dari kanker ini diantaranya: GenetikAdanya penyimpangan kromosom Insidensi Leukimia meningkat pada penderita kelainan kongenital, diantaranya pada sindroma down, sindroma blomm fanconis anemia, sindroma wiskott-aldrichsindroma ellis creveldsindroma kleinfelter, D-trisomy ,sindroma ,sindroma von reckinghausen ,dan neurofibromatosis WiernikWilso Kelainan-kelainan kongenital ini di kaitkan erat dengan adanya perubahan informasi genmisalnya pada kromosom 21 atau C-group Trisomy ,atau pola kromosom yang tidak stabil seperti pada aneuploidy.

Saudara KandungDilaporkan adanya resiko Leukimia akut yang tinggi pada kembar identik dimana kasus-kasus Leukimia akut terjadi pada tahun pertama kelahiran, Hal ini berlaku juga pda keluarga dengan insidensi Leukimia yang sangat tinggi Wierni LingkunganBeberapa faktor lingkungan diketahui dapat menyebabkan keusakan kromosom dapatan. Misalnya lejkimia kimia, dan obat-obatan yang dihubungkan dengan insiden yang meningkat pada Leukimia akut4.

Virus ini di temukan oleh Takatsuki Bahan KimiaBahan kimia yang dapat mempengaruhi Leukimia adalah benzen produk produk minyak ,cat,ethylene oxide,herbisida,pestisida dan ladang elektromagnetik.

Mieloid, monosit, wnak basofil,netrofil,eosinifil erittrosit, dan tranbosit. Jenis Leukimia ini merupakan Leukimia non limfositik yang paling sering terjadi. Kebanyakan tanda dan gejala terjadi akibat berkurangnya produksi sel darah normal. Kepekaan terhadap infeksi terjadi akibat granulositopenia, kekurangan granulosit, kelelahan dan kelemahan yang terjadi karena leuiimia, dan kecendrungan perdarahan terjadi akibat trombositopenia, kekurangan jumlah trombosit.

  JUDITH SHKLAR THE LIBERALISM OF FEAR PDF

Proliferasi sel leukemia dalam organ mengakibatkan berbagai gejala tambahan, nyeri akibat pembesaran limpa atau hati, masalah kelenjar limfa, sakit kepala atau muntah akibat leukemia meningeal sering terjadi pada leukemia limfositikdan nyeri tulang akibat penyebaran sumsum tulang. Kelainan ini terjadi tanpa peringatan, dengan gejala terjadi dalam periode bulan. Hitung sel darah menunjukan penurunan baik eritrosit maupun trombosit. Meskipun jumlah leukosit total bisa rendah, normal atau tinggi, namun presentase sel yang normal biasanya sangat menurun.

Specimen sumsum tulang merupakan penegak diagnose, menunjukan kelebihan sel blast imatur. Adanya qskep Auer didalam sitoplasma menunjukan adanya leukemia mielogenus akut AML. Cara mengobatan yang biasa di berikan pada pasien yang terkena penyakit Leukimia jenis ini adalah komoterapi.

Kemoterapi merupakan bentuk terpi utama dan pada beberapa kasus dapat menghasilkan perbaikan yang berlangsung sampai setahun atau lebih. Obat yang biasanya digunakan meliputi daunorobicin hydrochloride cerubidinecytarabin cytosar-Udan mercaptopurine purinethol.

Asuhan pendukung terdiri atas pemberian produk darah dan penanganan infeksi dengan segera. Apabila dapat diperoleh jaringan yang cocok dari kerabat dekat, maka dapat dilakukan transplantasi sumsum tulang untuk memperoleh sumsum tulang normal, setelah terlebih dahulu dilakukan penghancuran sumsum lekemik dengan kemotrapi. Pasien yang mendapatkan penanganan dapat bertahan hanya sampai 1 tahun, dengan kematian yang biasanya terjadi akibat infeksi atau perdarahan.

Schiller melaporkan bahwa pasien yang berusia dibawah 40 tahun, angka ketahanan hidup 5 tahunnya sekitar bulan. Percobaan dengan kombinasi baru obat kemoterapi masih terus dilakukan diberbagai pusat onkologi diseluruh dunia. Namun, lebih banyak terdapat sel normal di banding pada bentuk akut, sehingga penyakit ini lebih ringan.

CML jarang menyerang individu berusia di bawah 20 tahun, namun insidensinya menignkat sesuai pertambahan usia. Banyak pasien yang menunjukkan tanda gejala selama bertahun-tahun. Terdapat penignkatan leukosit, kadang sampai jumlah yang luar biasa. Tetapi pilihan leukemia mielogenus kronis adalah buslfan Myleranhydroxyurea, dan chlorambucil Leukeran sendiri atau dengan kortikosteroid.

Ketahanan hidup meningkat secara bermakna dengan transplantasi sumsum tulang pada pasien yang berusia di bawah 50 tahun dengan donor HLA yang sesuai. Interferon alfa merupakan alternative pilihan penanganan, namun sangat mahal, mempunyai efek samping yang tidak menyenangkan dan tidak terbukti memperpanjang ketahanan hidup.

Fludarabin Fludar efektif bagi pasien yang penyakitnya tidak berespons terhadap penanganan yang telah dilakukan atau terus memberat setelah penanganan. Pada kebanyakan pasien, kelak akan mengalami leukemia mielogenus akut dan biasanya resisten terhadap terapi apapun. Secara keseluruhan, pasien dapat bertahan selama 3 sampai 4 tahun. Kematian biasanya akibat infeksi atau perdarahan. Leukemia limfositik akut ALL dianggap sebagai suatu proliferasi ganas limfoblas.

Paling sering terjadi pada anak-anak, dengan laki-laki lebih banyak disbanding perempuan, dengan puncak insidensi pada usia 4 tahun. Setelah usia 15, ALL jarang terjadi. Kebanyakan pasien tidak menunjukan gejala dan baru terdiagosa pada saat pemeriksaan fisik atu penanganan untuk penyakit lain. Manifestasi yang mungkin terjadi adalah sehubungan dengan adanya anemia, infeksi, atau pembesaran nodus limfe. Jumlah eritrosit dan trombosit mungkin normal atau menurun.

Terjadi penurunan jumlah limfosit limfositopenia. Penatalaksanaan medis dan prognosis. Apabila ringan, CLL tidak memerlukan penanganan. Kemoterapi dengan kortikosteroid dan chlorambucil leukeran sering digunakan apabila gejalanya berat.

Banyak pasien yang tidak berespon terhadap terapi ini dapat mencapai znak dengan pemberian fludarabine monofospat, 2-chorodeoxyadenosien 2-CBAatau pentostatin.

Efek samping utama obat ini adalah penekanan sumsum tulang, yang termanifestasi dengan adanya infeksi seperti pneumocystis carinii, listeria, mikobakteria, virus herpes dan sitomegalovirus. Penanganan intra vena dengan immunoglobulin cukup efektif mencegah masalah ini pada pasien tertentu. Ketahanan hidup rata-rata pasien dengan CLL adalah 7 tahun.

  ERICH FLOREK PDF

Terjadi penurunan jumlah limfosit.

LAPORAN PENDAHULUAN AKUT LIMFOBLASTIK LEUKEMIA (ALL)

Komplikasi leukemia meliputi perdarahan dan infeksi, luekimia merupakan penyebab utama kematian. Pembentukan batu ginjal, anemia, dan masalah gastrointestinal merupakan komplikasi lain.

Risiko perdarahan berhubungan dengan tingkat defisiensi trombosit trombositopenia angka trombosit rendah ditandai dengan memar ekimosis dan petekia bintik perdarahan-perdarahan atau keabuan sebesar ujung jarum dipermukaan kulit. Pasien juga dapat mengalami perdarahan berat jika leu,imia trombositnya turun sampai di bawah Dengan alas an yang tidak jelas, demam dan infeksi dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan.

Karena kekurangan granulosit matur dan normal, pasien selalu dalam keadaan terancam infeksi. Disfungsi imun mempertinggi resiko infeksi. Penghancuran sel besar-besaran yang terjadi selama pemberian kemoterapi atau meningkatkan kadar asam urat dan membuat pasien rentan mengalami pembentukan batu ginjal dan kolik ginjal. Maka pasien memerlukan asupan cairan yang tinggi untuk mencegah kristalisasi asam urat dan pembentukan batu. Masalah gastrointestinal dapat terjadi akibat infiltrasi leukosit abnormal ke organ abnominal selain akibat toksisitas obat kemoterapi.

Sering terjadi anoreksia, mual, muntah, diare, dan lesi mukosa mulut. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari penyakit Leukimia itu sendiri: Pucat, lesu, mudah terstimulasi, Merasa lemah atau letih. Demam, keringat malam dan anorexia Berat badan menurun Ptechiae, memar tanpa sebab, Mudah berdarah dan lebam gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit Nyeri pada tulang dan persendian Nyeri abdomen, Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut akibat pembesaran naak.

KemoterapiSebagian besar pasien leukemia menjalani kemoterapi. Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia, pasien bisa mendapatkan satu jenis obat atau kombinasi dari dua obat atau lebih. Pasien leukemia bisa mendapatkan kemoterapi dengan berbagai cara: Melalui mulut Dengan suntikan langsung ke pembuluh darah balik atau intravena. Melalui kateter tabung pava yang fleksibel yang ditempatkan di dalam pembuluh darah balik besar, seringkali di dada bagian atas Perawat akan menyuntikkan obat ke dalam kateter, untuk menghindari suntikan yang berulang kali.

Dengan suntikan langsung ke cairan cerebrospinal jika ahli patologi menemukan sel-sel leukemia dalam cairan yang mengisi ruang di otak dan sumsum tulang belakang, dokter bisa memerintahkan kemoterapi intratekal. Dokter akan menyuntikkan obat langsung ke dalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat yang diberikan melalui suntikan IV atau diminum seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan sumsum tulang belakang.

Laporan Pendahuluan Chronic Myeloid Leukemia (CML)

Fase-fase dalam kemoterapi itu sendiri terdiri atas: Fase InduksiFase Induksi Dimulasi minggu setelah diagnosa ditegakkan. Pada fase ini diberikan terapi kortikostreroid prednisonvincristin dan L-asparaginase. Fase ProfilaksisFase Profilaksis Sistem saraf pusatPada fase ini diberikan terapi methotrexate, cytarabine dan hydrocotison melaui intrathecal untuk mencegah invsi sel leukemia ke otak.

Terapi irradiasi kranial dilakukan hanya pada pasien leukemia yang mengalami gangguan sistem saraf pusat. Fase KonsolidasiKonsolidasi pada fase ini kombinasi pengobatan dilakukan unutk mempertahankan remisis dan mengurangi jumlah sel-sel leukemia yang beredar dalam tubuh.

Secara berkala, mingguan atau bulanan dilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk menilai respon sumsum tulang terhadap pengobatan. Jika terjadi supresi sumsum tulang, maka pengobatan dihentikan sementara atau dosis obat dikurangi.

Terapi RadiasiTerapi Radiasi juga disebut sebagai radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Bagi sebagian besar pasien, sebuah mesin yang besar akan mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-sel leukemia ini.